Sabtu, 25 Mei 2013

Edit All Because Love #5

   riri tak percaya dengan apa yang tengah ia saksikan. air bening kembali meluap dari kedua kelopak matanya dan mulai membentuk dua buah sungai kecil di kedua pipinya.
sisi langsung melepaskan pelukannya pada billy, karena menyadari kehadiran riri sahabatnya. " riri gue bisa jelasin semuanya, apa yang loe liat engga seperti yang loe bayangin !! " sisi mencoba meyakinkan sahabatnya, namun nampaknya riri enggan mendengarkannya. karena hatinya kini mulai dikuasai oleh perasaan marah keewa dan cemburu. " alah bullsyit semuanya !! loe tega banget sama gue si ! dasar loe penghianat.... gue benci sama loe !! " riri berlari meninggalkan kedua sahabatnya. namun sisi tak tingga diam, ia pun berlari mengejar riri.  tanpa disadari dari arah berlainan melaju mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi. " riri...... awas !! " tiba tiba ada seseorang yang mendorong tubuhnya, sehingga ia dapat selamat dari mobil maut itu. namun kepalanya terbentur batu cukup keras, sehingga ia pun tak sadarkan diri.



                                                                   ***

               Billy menatap pilu kearah riri yang masih terbaring lemah tak sadarkan diri. dengan selang infus yang bersarang di pergelangan tangannya dan selang oksigen yang terselio di hidungnya. namun perlahan mata sisi mulai terbuka dan ia sadar dari masa kritisnya.
" riri syukurlah loe udah sadar !! " billy tersenyum bahagia.
" ngapain loe disini ?? " riri menatap tajam kearah billy
" iya gue kan sahabat loe gue perduli sama loe "
" alah loe engga usah sok care sama gue ! loe sama sisi tuh sama aja penghianat " dengus riri.
" ri pliis loe boleh marah sama ggue tapi jangan sama sisi. dia engga salah tapi gue ! "
" loe tuh kenapa malah belain si pengkhianat itu sih ?? " sentak riri.
" ri asal loe tau aja ya sisi itu gak seperti yang loe bayangin.  dia udah ngorbanin perasaannya buat loe ri, loe tu gak kemaren dya nolak gue dan loe tau apa alasannya ? loe ri ! dia gak mau nyakitin perasaan loe dan dia juga yang udah nyelamatin loe !! sementara dia gak selamat " tiba tiba mata billy mulai sembab, ia tak mampu lagi melanjutkan kata katanya.
" maksud loe apa bil ?? jangan bilang sisi......" riri pun tak mampu melanjutkan kata katanya.
" bil anterin gue ke makam sisi sekarang " riri memohon
" tapi ri loe masih belum sembuh ! kata dokter loe masih harus banyak istirahat "
namun riri terus memaksa, dan billy tak mampu melarangnya.



                                                                ***

 riri menatap pilu kearah pusaran makan sisi. ia memeluk gundukan tanah merah yang masih basah itu. rasa sesal dan sedih kini sia sia.
" si maafin gue yah si ! gue udah jahat banget sama loe "
"udahlah ri loe gak usah menyesali semuanya !! sekarang sisi udah bahagia di alam sana " billy mencoba menenangkan sahabatnya.
" tapi gue bodoh banget bil ! gue udah buruk sangka sama sahabat gue sendiri !! sahabat macam apa gue ini "
billy memeluk riri " ri maafin gue selama ini gak peka sama persaan loe tapi gue janji akan belajar untuk mencintai loe dan gue akan selalu menjaga loe seperti janji gue sama sisi "






                                                   "TAMAT"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar