awan hitam mulai menyelimuti langit kota jakarta, menendakan hujan akan segera turun. sementara itu sisi termenung di salah satu bangku taman. dengan tatapan kosong ia menatap gulungan awan hitam yang mulai berarak.
tak lama muncul seorang cewe yang tak asing baginya.
" hey sisi " sapa riri dengan senyuman ramah yang tersungging di pipinya.
" hey juga ri " balas sisi yang hanya tersenyum kecut.
" ohya si nanti malem kan ultahnya si billy, dia katanya mau neraktir kita di cafe tempat biasa kita ngumpul "
" ohya ? tapi kayaknya gue kaga bisa ikut deh ri "
" why ? tapi kan loe juga sahabat billy si " riri nampak kecewa dengan keputusan sahabatnya itu,
" gue gak bisa ajah ri, nyokap gue lagi sakit dan gue gak tega buat ninggalin dia " dusta riri.
" oh yaudah deh kalo itu mau loe ! gue mau ke mall beli kado buat billy. loe mau ikut ? "
" engga deh ri gue harus beli obat buat nyokap "
" all right gue pergi dulu " pamit riri dan berlalu.
sementara itu air mata sisi terus mengalir di pipinya. " sorry ri gue harus boong sama loe, gue cuma mau liat loe bahagia bersama billy tapi gue tetep akan dateng kok biar gue bisa ngeliat kebahagiaan kalian berdua " batin sisi.
malam mulai menapaki langit kota jakarta. mobil merchedes hitam metalik yang ditumpangi billy dan riri sudah sampai di cafe yang mereka tuju.
billy membukakan pintu mobil dan membantu riri keluar laksana seorang pangeran yang menyambut pemaisurinya.
billy menuntun riri menuju salah satu meja di sudut taman cafe yang sudah ia pesan. hatii riri bagai melayang menembus dimensi langit ketujuh.
" ohya ri sisi mana ? " tanya billy sembari menengok ke kanan dan kiri
" katanya sih nyokapnya sakit jadi dia gak bisa datang bil ! " jelas riri
" oh gituh yaudah deh padahal gak lengkap rasanya kalo gak ada dia "
"oh ya bil gue ke toilet dulu yah " pamit riri dan berlalu.
tiba tiba pandangan billy tertuju pada seorang wanita yang tengah duduk di salah satu meja yang tak jauh dari tempat ia duduk.
" sisi " billy langsung menghampiri sisi
sementara sisi yang mengetahui kehadiran billy langsung bangkit dan berlari, namun belum sempat ia lari billy sudah berhasil meraih tangannya.
" bil lepasin " pinta sisi namun billy terus menggenggam pergelangan gadis yang sangat dicintainya itu.
"si loe kemana ? bukannya kata riri loe gak bisa dateng tapi kok loe ada di sini " billy menunjukkan rasa herannya.
" hem udahlah gak penting bil, happy birthday ya tapi gue harus pergi ! tolong lepasin tangan gue " sementara itu billy malah kembali meraih kedua tangannya.
" si gue suka sama loe, loe mau gak jadi pacar gue ? " pinta billy penuh harap.
" tapi bil gue gak bisa ! " dusta riri.
" tapi kenapa ? " tanya billy penasaran.
" karena gue gak cinta sama loe " tiba tiba air bening mulai mengalir dari kedua kelopak matanya.
" loe bohong si gue tau loe juga punya perasaan yang sama sama gue. sekatrang loe bilang kalo loe juga cinta sama gue ayo si "
" engga bil loe harus lupain gue dan belajar untuk mencintai riri, dya cinta banget sama loe bil "
" tapi gue cintanya sama loe " billy langsung memeluk sisi. tanpa mereka sadari riri menyaksikan apa yang mereka lakukan. apaaaaaa yang terjadiii ????
#see next part
BERSAMBUNG :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar