dan ternyata itu adalah sebuah bungkusan yang dibungkus rapih dengan kertas kado berwarna ungu.
" what ? apaan nih ko mencurigakan banget yah jangan jangan isinya bom lagi ! iih atuuut ah" ledek Billy.
" yee enak ajah emang gue teroris apa !" sungut Riri menunjukan raut kesal
" haha iih loe lucu deh kalo lagi cemberut gituh kaya si mony " Billy tertawa geli melihat raut sahabatnya itu yang tengah cemberut.
" iih mony ? enak aja loe samain gue sama monyet peliharaan loe!! udah buka dulu gewh hadiahnya billy ayoo cepet" renget Riri tak sabar. tanpa banyak basa basi lagi billy langsung membuka bungkusan itu, dan ternyata isinya adalah sebuah novel HARRY POTTER yang sangat di idam idamkan Billy.
" woow ! AMAZING ini ini bener bener surprise buat gue " billy tersenyum girang sembari terus memandangi buku itu. "gimana bil ? loe suka kan?" Riri penasaran dengan respon Billy.
"Of course ri ! thank's yah loe emang sahabat gue yang paling baik." Billy memeluk riri, sementara riri bagai dibuat melayang ke angkasa hingga langit ke tujuh.
" ya ampun gue gak nyangka loe bakal meluk gue kaya gini " batin riri, yang kini tengah mersakan kebahagian sangat luar biasa.
sementara itu, tanpa mereka sadari ada sisi yang sedari tadi menyaksikan mereka dari balik dinding.
tiba tiba butir butir air bening mulai mengembang dari kedua kelopak mata Sisi, hatinya begiru hancur menyaksikan pemandangan itu. " tuhan apa yang harus aku lakukan ? aku tak sanggup jika harus melihat Billy dan Riri seperti ini, karena aku juga sangat mencintai billy jauh sebelum Riri juga menaruh hati pada Billy. namun akupun tak sanggup jika harus mengungkapkannya, aku takut riri terluka,karena baru kali ini dia jatuh cinta !"
sementara itu Billy dan Riri semakin terpaut dalam suasana yang sangat romantis. Sisi tak sanggup jika ia harus menyaksikan semua ini, iapun langsung berlari meninggalkan Billy dan Riri.
***
semenjak saat itu Sisi mencoba untuk mengindar dari kedua sahabatnya itu. ia lebih memilih sendiri daripada ia harus terus membiarkan perasaanya terluka. tentu itu sangat membuat kedua sahabatnya khawatir.
hingga tiba suatu malam, Sisi nampak murung dari tadi sore ia terus termenung di serambi rumahnya. tak lama muncul seorang wanita setengah baya yang biasa ia panggil mamah.
" sayang " ucap wanita itu lembut.
" eh mamah belum tidur ! "
bu elis duduk di samping putrinya " gimana bisa mamah tidur, sementara anak mamah belum tidur, kamu lagi mikirin aapa sih sayang ?" bu elis mengelus rambut sisi yang terurai panjang.
" ah engga mah aku belum ngantuk mah " dusta sisi
"ohya mamah liat kamu deket banget sama billy"
" oh billy mah ! iya mah kan dia sahabat aku mah, emang kenapa sih ?
" dia anaknya baik yah sopan pula! andai dia bisa jadi menantu mamah"
"iih mamah apaan sih ! akukan masih kecil masa disuruh nikah !" Sisi nampak tak suka dengan perkataan ibunya, namun sebenarnya hatinyapun menginginkan hal yang sama.
" yang nyuruh kamu nikah siapa ? mamah cuma pengen kamu deket sama Billy lebih dari sahabat !" bu elis mencoba menjelaskan.
" tapi mah billy mana mau sama aku " sisi tertunduk lesu
"eh kata siapa ? mamah liat billy itu suka deh sama sisi "
"ahh mamah apaan sih! udah ah aku ngantuk mau tidur good night !" sisi mencium pipi mamahnya dan langsung ngeloyor masuk kamar.
BERSAMBUNG to NEXT PART :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar