Jumat, 28 Juni 2013

All About Ali syarief

Nama asli: Mohammad.Ali
tempat tanggal lahir: Jakarta,26,Oktober,1996

jenis kelamin: laki-laki

alamat: Jl.Jati 3 No ** Kayuringin Bekasi
agama: islam
status: lajang
no telp:021 88533**
no hp: tidak di cantum kan
Makanan Favorit: rendang, ayam gulai, roti, daging, pecel ayam
Minuman Favorit: Es jeruk, Jus alpukat, teh es, air putih
Chanel Favorit: RCTI, ANTV, GLOBAL,TRANS TV
Film Favorit: saw, saw2, saw3, saw6, saw7, click, ip man1/2,zombie, Garuda di dadaku 2
buku Favorit: ensiklopedia
Hoby: main drum, bola, komputer, nyanyi

musik : mr.big,bonjovi,queen,dream theater,kerishpati,dragon force,POP,edane
jenis musik: rock, moderent rock, pop rock, R&B,jazz,slow
penyanyi favorit:eric martin,bruno mars,maria carey,novi
atlet favorit: messi, maradona, drogba, CR,ronaldinho,eric.c,pele, fabregas
tim favorit: barca,chelsea,ac milan,real madrid,inter milan,MU
facebook: ali_234sc@yahoo.com , alidrumer@gmail.com , alidrummermetal@yahoo.com
Bersekolah : tk aisyiah, tk alhusna, sd alhusna,  smp martia bhakti
permainan favorit: left 4 dead,call of duty,
pacar: -------


Sabtu, 25 Mei 2013

Last Song for Allisa #1

      Allisa masih terpaku dibangku kelasnya. butir butir air bening terus berjatuhan dipipinya. tiba tiba dari balik pintu kelas muncul seorang cowo yang tak asing lagi baginya.
" Lis ! tolong dengerin gue dulu. gue bisa jelasin semuanya ! " gumam Dicky memohon.
" udahlah ky ! semuanya udah jelas. so, nothing yang perlu loe jelasin. ternyata selama ini loe cuma jadiin gue pelarian ! " ucap Allisa ditengah isaknya.
" Lis... semuanya engga seperti yang loe bayangin ! oke oke gue akuin itu awalnya, tapi ternyata gue beneran sayang sama loe " Dicky meraih kedua tangan Allisa, namun Allisa langsung melepasnya.
" Alah ! udahlah ky...... Bullshit semuanya ! kenapa loe tega lakuin ini ma gue ? kenapa ? selama ini gue tuh sayang banget sama loe ky " Allisa langsung berlari meninggalkan dicky.
                   tiba tiba Nayla membuyarkan lamunan allisa. " Lis... loe kenapa sih ? loe sakit ? atau ada something yang mengganggu fikiran loe ?" tanya Nayla penasaran. " eh loe nay ! sejak kapan loe disini ? " Allisa gelagapan.
" yeee... loe gimana sih ! gue tanya malah balik nanya ! " sungut Nayla kesal.
" ya sorry ! abis tadi gue lagi engga konsen ! "
" it's ok ! so loe kenapa ? gue perhatiin loe dari tadi ngelamun gituh... " Nayla segera menyeruput soft drink milik Allisa.
" yah.. ko loe minum sih ! itukan punya gue nay ! "
"hehe maaf deh.. lagian masa kaga boleh gue minta sedikit aja tuh. by theway loe belum jawab pertanyaan gue yang tadi "
Allisa tetrdiam sejenak lalu ia mulai bicara " oh.. gue gak papa kok  ! " dusta Allisa.
" Loe yakin ga papa lis ? " Nayla menatap allisa penuh curiga
" yah loe ko gituh sih ngeliatin guenya ? ada yang aneh ? "  Allisa mulai gugup
" Hmmm nothing !! " jawab nayla datar.
" eh kantin yuuk ! gue laper nih ! " Allisa langsung menarik tangan sahabatnya itu, yang hanya mampu menurutinya.


                            saat mereka tengah berjalan tiba tiba " Awww ! " Allisa terjatuhke lantai koridor sekolahnya, karena tubuhnya didorong oleh seseorang.
" eh loe apaan sih ! loe ada masalah apa sama gue ? " Allisa mencoba bangun dibantu oleh Nayla.
" uups sorry ! ga sengaja cuma niat ! ohya loe tuh bukannya Allisa yang keganjenan deketin cowo gue, sampe loe rela dijadiin pelarian ! iiuuww murahan banget sih loe jadi cewe ! " Clara tersenyum sinis kearah Allisa.








BERSAMBUNG To next part :)

Edit All Because Love #5

   riri tak percaya dengan apa yang tengah ia saksikan. air bening kembali meluap dari kedua kelopak matanya dan mulai membentuk dua buah sungai kecil di kedua pipinya.
sisi langsung melepaskan pelukannya pada billy, karena menyadari kehadiran riri sahabatnya. " riri gue bisa jelasin semuanya, apa yang loe liat engga seperti yang loe bayangin !! " sisi mencoba meyakinkan sahabatnya, namun nampaknya riri enggan mendengarkannya. karena hatinya kini mulai dikuasai oleh perasaan marah keewa dan cemburu. " alah bullsyit semuanya !! loe tega banget sama gue si ! dasar loe penghianat.... gue benci sama loe !! " riri berlari meninggalkan kedua sahabatnya. namun sisi tak tingga diam, ia pun berlari mengejar riri.  tanpa disadari dari arah berlainan melaju mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi. " riri...... awas !! " tiba tiba ada seseorang yang mendorong tubuhnya, sehingga ia dapat selamat dari mobil maut itu. namun kepalanya terbentur batu cukup keras, sehingga ia pun tak sadarkan diri.



                                                                   ***

               Billy menatap pilu kearah riri yang masih terbaring lemah tak sadarkan diri. dengan selang infus yang bersarang di pergelangan tangannya dan selang oksigen yang terselio di hidungnya. namun perlahan mata sisi mulai terbuka dan ia sadar dari masa kritisnya.
" riri syukurlah loe udah sadar !! " billy tersenyum bahagia.
" ngapain loe disini ?? " riri menatap tajam kearah billy
" iya gue kan sahabat loe gue perduli sama loe "
" alah loe engga usah sok care sama gue ! loe sama sisi tuh sama aja penghianat " dengus riri.
" ri pliis loe boleh marah sama ggue tapi jangan sama sisi. dia engga salah tapi gue ! "
" loe tuh kenapa malah belain si pengkhianat itu sih ?? " sentak riri.
" ri asal loe tau aja ya sisi itu gak seperti yang loe bayangin.  dia udah ngorbanin perasaannya buat loe ri, loe tu gak kemaren dya nolak gue dan loe tau apa alasannya ? loe ri ! dia gak mau nyakitin perasaan loe dan dia juga yang udah nyelamatin loe !! sementara dia gak selamat " tiba tiba mata billy mulai sembab, ia tak mampu lagi melanjutkan kata katanya.
" maksud loe apa bil ?? jangan bilang sisi......" riri pun tak mampu melanjutkan kata katanya.
" bil anterin gue ke makam sisi sekarang " riri memohon
" tapi ri loe masih belum sembuh ! kata dokter loe masih harus banyak istirahat "
namun riri terus memaksa, dan billy tak mampu melarangnya.



                                                                ***

 riri menatap pilu kearah pusaran makan sisi. ia memeluk gundukan tanah merah yang masih basah itu. rasa sesal dan sedih kini sia sia.
" si maafin gue yah si ! gue udah jahat banget sama loe "
"udahlah ri loe gak usah menyesali semuanya !! sekarang sisi udah bahagia di alam sana " billy mencoba menenangkan sahabatnya.
" tapi gue bodoh banget bil ! gue udah buruk sangka sama sahabat gue sendiri !! sahabat macam apa gue ini "
billy memeluk riri " ri maafin gue selama ini gak peka sama persaan loe tapi gue janji akan belajar untuk mencintai loe dan gue akan selalu menjaga loe seperti janji gue sama sisi "






                                                   "TAMAT"

All Because Love#4


awan hitam mulai menyelimuti langit kota jakarta, menendakan hujan akan segera turun. sementara itu sisi termenung di salah satu bangku taman. dengan tatapan kosong ia menatap gulungan awan hitam yang mulai berarak.
tak lama muncul seorang cewe yang tak asing baginya.
" hey sisi " sapa riri dengan senyuman ramah yang tersungging di pipinya.
" hey juga ri " balas sisi yang hanya tersenyum kecut.
" ohya si nanti malem kan ultahnya si billy, dia katanya mau neraktir kita di cafe tempat biasa kita ngumpul "
" ohya ? tapi kayaknya gue kaga bisa ikut deh ri "
" why ? tapi kan loe juga sahabat billy si " riri nampak kecewa dengan keputusan sahabatnya itu,
" gue gak bisa ajah ri, nyokap gue lagi sakit dan gue gak tega buat ninggalin dia " dusta riri.
" oh yaudah deh kalo itu mau loe ! gue mau ke mall beli kado buat billy. loe mau ikut ? "
" engga deh ri gue harus beli obat buat nyokap "
" all right gue pergi dulu " pamit riri dan berlalu.
sementara itu air mata sisi terus mengalir di pipinya. " sorry ri gue harus boong sama loe, gue cuma mau liat loe bahagia bersama billy tapi gue tetep akan dateng kok biar gue bisa ngeliat kebahagiaan kalian berdua " batin sisi.
          malam mulai menapaki langit kota jakarta. mobil merchedes hitam metalik yang ditumpangi billy dan riri sudah sampai di cafe yang mereka tuju.
billy membukakan pintu mobil dan membantu riri keluar laksana seorang pangeran yang menyambut pemaisurinya.
billy menuntun riri menuju salah satu meja di sudut taman cafe yang sudah ia pesan. hatii riri bagai melayang menembus dimensi langit ketujuh.
" ohya ri sisi mana ? " tanya billy sembari menengok ke kanan dan kiri
" katanya sih nyokapnya sakit jadi dia gak bisa datang bil ! " jelas riri
" oh gituh yaudah deh padahal gak lengkap rasanya kalo gak ada dia "
"oh ya bil gue ke toilet dulu yah " pamit riri dan berlalu.
           tiba tiba pandangan billy tertuju pada seorang wanita yang tengah duduk di salah satu meja yang tak jauh dari tempat ia duduk.
" sisi " billy langsung menghampiri sisi
sementara sisi yang mengetahui kehadiran billy langsung bangkit dan berlari, namun belum sempat ia lari billy sudah berhasil meraih tangannya.
" bil lepasin " pinta sisi namun billy terus menggenggam pergelangan gadis yang sangat dicintainya itu.
"si loe kemana ? bukannya kata riri loe gak bisa dateng tapi kok loe ada di sini " billy menunjukkan rasa herannya.
" hem udahlah gak penting bil, happy birthday ya tapi gue harus pergi ! tolong lepasin tangan gue " sementara itu billy malah kembali meraih kedua tangannya.
" si gue suka sama loe, loe mau gak jadi pacar gue ? " pinta billy penuh harap.
" tapi bil gue gak bisa ! " dusta riri.
" tapi kenapa ? " tanya billy penasaran.
" karena gue gak cinta sama loe " tiba tiba air bening mulai mengalir dari kedua kelopak matanya.
" loe bohong si gue tau loe juga punya perasaan yang sama sama gue. sekatrang loe bilang kalo loe juga cinta sama gue ayo si "
" engga bil loe harus lupain gue dan belajar untuk mencintai riri, dya cinta banget sama loe bil "
" tapi gue cintanya sama loe " billy langsung memeluk sisi. tanpa mereka sadari riri menyaksikan apa yang mereka lakukan. apaaaaaa yang terjadiii ????


#see next part

BERSAMBUNG :)

All Because Love#3


dan ternyata itu adalah sebuah bungkusan yang dibungkus rapih dengan kertas kado berwarna ungu.
" what ? apaan nih ko mencurigakan banget yah jangan jangan isinya bom lagi ! iih atuuut ah" ledek Billy.
" yee enak ajah emang gue teroris apa !" sungut Riri menunjukan raut kesal
" haha iih loe lucu deh kalo lagi cemberut gituh kaya si mony " Billy tertawa geli melihat raut sahabatnya itu yang tengah cemberut.
" iih mony ? enak aja loe samain gue sama monyet peliharaan loe!! udah buka dulu gewh hadiahnya billy ayoo cepet" renget Riri tak sabar. tanpa banyak basa basi lagi billy langsung membuka bungkusan itu, dan ternyata isinya adalah sebuah novel HARRY POTTER yang sangat di idam idamkan Billy.
" woow ! AMAZING ini ini bener bener surprise buat gue " billy tersenyum girang sembari terus memandangi buku itu.  "gimana bil ? loe suka kan?" Riri penasaran dengan respon Billy.
"Of course ri ! thank's yah loe emang sahabat gue yang paling baik." Billy memeluk riri, sementara riri bagai dibuat melayang ke angkasa hingga langit ke tujuh.
" ya ampun gue gak nyangka loe bakal meluk gue kaya gini " batin riri, yang kini tengah mersakan kebahagian sangat luar biasa.
  sementara itu, tanpa mereka sadari ada sisi yang sedari tadi menyaksikan mereka dari balik dinding.
tiba tiba butir butir air bening mulai mengembang dari kedua kelopak mata Sisi, hatinya begiru hancur menyaksikan pemandangan itu. " tuhan apa yang harus aku lakukan ? aku tak sanggup jika harus melihat Billy dan Riri seperti ini, karena aku juga sangat mencintai billy jauh sebelum Riri juga menaruh hati pada Billy. namun akupun tak sanggup jika harus mengungkapkannya, aku takut riri terluka,karena  baru kali ini dia jatuh cinta !"
sementara itu Billy dan Riri semakin terpaut dalam suasana yang sangat romantis. Sisi tak sanggup jika ia harus menyaksikan semua ini, iapun langsung berlari meninggalkan Billy dan Riri.
***

  semenjak saat itu Sisi mencoba untuk mengindar dari kedua sahabatnya itu. ia lebih memilih sendiri daripada ia harus terus membiarkan perasaanya terluka. tentu itu sangat membuat kedua sahabatnya khawatir.
 hingga tiba suatu malam, Sisi nampak murung dari tadi sore ia terus termenung di serambi rumahnya. tak lama muncul seorang wanita setengah baya yang biasa ia panggil mamah.
" sayang " ucap wanita itu lembut.
" eh mamah belum tidur ! "
bu elis duduk di samping putrinya " gimana bisa mamah tidur, sementara anak mamah belum tidur, kamu lagi mikirin aapa sih sayang ?" bu elis mengelus rambut sisi yang terurai panjang.
" ah engga mah aku belum ngantuk mah " dusta sisi
 "ohya mamah liat kamu deket banget sama billy"
" oh billy mah ! iya mah kan dia sahabat aku mah, emang kenapa sih ?
" dia anaknya baik yah sopan pula! andai dia bisa jadi menantu mamah"
"iih mamah apaan sih ! akukan masih kecil masa disuruh nikah !" Sisi nampak tak suka dengan perkataan ibunya, namun sebenarnya hatinyapun menginginkan hal yang sama.
" yang nyuruh kamu nikah siapa ? mamah cuma pengen kamu deket sama Billy lebih dari sahabat !" bu elis mencoba menjelaskan.
" tapi mah billy mana mau sama aku " sisi tertunduk lesu
"eh kata siapa ? mamah liat billy itu suka deh sama sisi "
"ahh mamah apaan sih! udah ah aku ngantuk mau tidur good night !" sisi mencium pipi mamahnya dan langsung ngeloyor masuk kamar.


BERSAMBUNG to NEXT PART :)

All Because Love# 2


kemenangan billy disambut dengan tepuk tangan yang sangat meriah dari teman temannya, tak terkecuali Riri dan Sisi yang sedari tadi menyorak nyorakkan semangat untuk Billy.
" gila bil yang tadi itu loe keren banget " puji Riri.
" iya bil ! gue salut sama loe hehe congrats yah buat loe :) " timpal Sisi tak mau kalah dari riri.
Billy memeluk kedua sahabatnya itu " hemm ini juga berkat loe berdua guys... thank's yah kalo gak karena loe berdua yang tadi teriak teriak di pinggir lapangan buat gue mungkin gue ga akan sesemangat ini "
" hem bil karena loe menang traktiran dong ! " ledek riri manja.
" aiih loe tuh yah dasar maunya gratisan mulu " cetus billy
" yeee baru kali ini gue minta di traktir tuuh wooy ! " sungut Riri
" haha iya iya tanpa loe minta pasti gue bakal teraktir loe berdua buat ngerayain kemenangan gue ! "
Sisi dan Riri tersenyum sumringah " nah gitu dong bil baru itu namanya billy ahahaydeu :) "
Billy mengacak ngacak rambut kedua sahabatnya itu " iih.... dasar loe yah " mereka pun berlari kearah kantin.

             ***

 " woy loe lagi baca apaan  sih ? " Riri menepuk pundak Sisi yang tengah asyik membaca buku,
" eh loe ri ! ngangetin ajah iih " rengek Sisi kesal.
" haha loe lagi baca apaan sih serius banget " Riri merebut buku yang tengah dibaca oleh Sisi, " iih loe apaan sih ri ! balikin gak bukunya " sisi mencoba merebut kenbali buku itu namun usahanya sia sia
" yaampun buku apaan nih  HARRY POTTER and THE GOBLET OF FIRE ? kok geje geje gitu sih judulnya aiih ! " sindir Riri.
" iih loe apaan sih ini tuh  keren banget tau dasar loenya aja sukanya sama Novel yang ceritanya Mellow Mellow gitu huu cengeng ah :p "
tiba tiba dari kejauhan billy datang menghampiri kedua sahabatnya itu
" eh loe lagi paada ngeributin apaan sih ? " tanya Billy.
" ini nih sahabat kita yang satu ini paling suka baca buku fantasi yang geje geje gituh. liat deh ! " Riri memberikan buku itu pada billy.
" wow ! keren banget inikan cerita harry potter episode favorit gue ! loe dapet dari mana ? "
" ini punya temen gue bil " jawab Sisi datar.
" jangan bilang loe juga suka sama buku ini ? " Riri mulai penasaran.
" hehe ya iya lah secara ini tuh keren banget ! " gumam billy
" iih loe berdua curang maennya keroyokan sih "
 ***

 Riri menghampiri Billy yang tengah asyik membaca buku di perpustakaan. " hey bil "
" hey ri loe sendirian ? sisi mana ? "
" iya nih dia lagi sibuk sama tugasnya ! ohya gue punya surprise buat loe ! "
" apaan ri ? " billy nampak penasaran.
" yee kalo gue kasih tau kagak surprise dong namanya ! loe tutup mata dulu dong ! "
" aiih pake acara tutup mata segala sih ! " protes billy.
" ayo lah no comment ! " akhirnya billy menutup kdua matanya, riri mulai megeluarkan sesuatu yang ia simpan di tasnya , dan ternyata itu adalah sebuah...
==> SKIIIPPP



BERSAMBUNG to NEXT PART : )

Selasa, 14 Mei 2013

All Because Love #1

      Siang itu, Riri,Sisi, dan Billy tengah berkumpul ditaman sekolah. mereka bertiga memang tak pernah bisa terpisahkan,memang mereka bersahabat sudah lama sekali. kalo diibaratin kaya semut dan gula hehe :)
" Guys ! maaf ya, kayaknya gue harus pergi sekarang deh ! " Gumam .Billy lalu bangkit dari duduknya.
Riri menarik tangan Billy " Bil loe mau kemana ? apa loe engga mau kumpul ma kita dulu ? "
" maaf ya ! gue sebenernya masih pengen banget kumpul ma kalian ! tapi, gue ada janji sama anak-anak buat latihan Basket, persiapan buat Turnamen nanti ! "
 Billy menjelaskan.
" OH....Yaudah deh Bil ! loe pergi aja kalo emang ini demi sekolah kita " Ucap sisi
 " Thank's ya ! sorry gue ga bisa temenin kalian lebih lama lagi ! " Billy langsung meninggalkan kedua sahabatnya.
                         Riri terus mengarahkan pandangannya pada Billy, hingga Billy benar-benar telah lenyap dari pandangannya. " Si, gue mau curhat sama loe ! boleh engga ? “ Pinta Riri ragu.
“ Yaelah ri ! loe kaya sama sapa aja, mau curhat aja pake acara ijin dulu “ Sisi terkekeh kecil.

“ hemm.. tapi loe janji ya jangan bilang ma sapa sapa termasuk sama Billy ! cukup loe aja yang tau ! “
“ iya Riri sayang ! percaya deh sama gue ! “ sisi mencoba meyakinkan sahabatnya.
“ gu….gue sebenernya suka sama Billy ! “ Riri terlihat gugup
“ Apa ? loe suka sama Billy ! serius loe ri ? “ sisi terperanjat kaget

“ iya si ! tapi gue engga berani buat ngungkapinnya. Gue takut Cuma karena perasaan gue ini dia jadi ngejauhin gue “ riri menghela nafas kecil.
Sementara sisi hanya mematung mendengar pengakuan sahabatnya. “ tapi loe engga suka juga kan si sama Billy ? “ tiba tiba pertanyaan riri membuat hati sisi tak menentu. Sebenarnya ia sangat mencintai Billy jauh sebelum riri juga menaruh hati pada Billy namun, ia pun tak ingin menghancurkan perasaan riri sahabatnya. “ oh…eh engga kok ! loe tenang aja ri ! justru gue akan ngebantu loe buat deket sama Billy ! “ lagi lagi Sisi membohongi perasaannya sendiri.
“ makasih ya si ! loe emang sahabat gue yang paling baik ! “ Riri pun memeluk sisi, yang juga membalas pelukannya.

=รจ SKIIIP

                  “ Guys ! doain gue ya ! “ gumam Billy merangkul kedua sahabatnya itu.
“ so pasti Bil ! kita pasti doain loe kok ! iya gak si ? “ Riri tersenyum sembari menepuk lengan kanan Billy dan menoleh kearah sisi.
“ yups ! Good luck ya Bil ! “ sisi ikut memberi semangat untuk Billy.
Billy berlari masuk ke lapangan dan mulai bergabung dengan teman temannya. Diiringi tepuk tangan yangf sangat meriah dari para suporter.
Sementara itu, sisi dan riri tak henti hentinya memberikan semangat untuk Billy. Ternyata Billy berhasil memasukan Bola ke dalam net, hingga team basket SMA TUNAS BANGSA yang di kapteni Billy berhasil mendapat point dan unggul dari lawannya.




BERSAMBUNG to next part :)